Followers

Popular Posts

Search

Ketik kata yg ingin dicari, kemudian tekan enter

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Kamis, 29 November 2012

Maaf Bila Do'aku Sudah Memberatkanmu

          2 comments   
Setelah sekian lama hati ini membeku dalam kehidupan tanpa warna, kucoba tengok suasana sekitar pagi saat awal aku bangkit kembali torehkan makna hidup. Dan tersempat kulihat butiran bening tersapa cahaya tengah memantulkan beragam warna indah berkilauan. Apakah keindahan yang menumbuhkan ketakjuban itu hanya butiran embun sesaat lalu memudar seusai panasnya siang menjatuhkannya, ataukah itu butiran intan yang malah tambah berkilauan disaat cahaya semakin kuat menyapa? Entahlah. Yang kulakukan kala itu hanya diam sambil mengamati perkembangan yang mungkin akan merubah keadaan. Dan aku berucap do'a dalam sujud harapku agar hati ini teranugerahi keindahan warna pelangi yang bukan sekedar biasan kebeningan embun pagi, tapi butiran intan permata yang bisa berkilau sepanjang masa. Kupintakan keindahan cinta yang bisa hidupkan kembali hati ini hingga beragam warna dan kekuatannya bisa ada kembali hiasi hari-hari yang kulewati. Cinta yang bukan hanya sekedar menanamkan birahi dan keindahan duniawi, tapi cinta yang juga mampu menghantarkanku pada samudera iman yang mencurahkan kenikmatannya.

            Waktu terus berlalu di tengah aku diam terpaku dalam usaha mengamati penuh pertimbangan dan penghayatan. Tak terasa sudah setahun lebih aku hanyut dalam suasana pertimbangan itu. Dan sedikit demi sedikit sebutir indah itu bisa kupahami lebih kuat keadaannya bila dibanding daya tahan butiran embun. Zatiyah sosoknya dan ketakjuban yang dipancarkannya malah semakin kuat terbentang dalam suasana hidupnya kembali hatiku. Maka, kenapa tidak jika kutetapkan saja keyakinanku padanya, bahwa ia benar-benar anugerah yang kupintakan.

            Dalam yakin yang telah kuukirkan di atas luasan singgasana tempat iman dan nurani bersemayam, aku mulai coba tanamkan keberanian. Namun sayang, masa silam yang telah menorehkan beragam kisah memalukan akibat kelemahanku menerima tantangan yang dihadapkan untuk membuktikan kekuatanku menghalalkan cinta yang diucapkan kepadanya itu pada akhirnya telah membuat keberanian itu tak kunjung tumbuh berkembang. Ketakutanku akan terulanginya kembali kondisi masa lalu itu layaknya telah menjadi hama-hama paling bahaya bagi hidupannya keberanian.

            Tiada jalan lain yang bisa kuusahakan lagi selain meminta pertolongan kembali pada Zat Yang Maha Menguasai gerak langkahnya hati manusia. Kupanjatkan doa agar semoga Ia berkenan mencurahkan rasa keberanian kepadaku dengan memberikan aku sebuah pekerjaan yang bisa menghasilkan sejumlah materi yang bisa kujadikan pengikat mengkhitbahnya. Dan tanpa kusangka jawaban do'a itu sangat cepat kudapat. Dalam jangka waktu kurang dari seminggu, tawaran kerja datang kepadaku meski aku tidak mencarinya, meski aku memberi syarat mutlak yang tidak bisa diganggu-gugat kepadanya.

            Meski teman dekatku telah mengusulkan agar aku kembali mempertimbangkan tafsir lain akan kejadian yang tengah kualami ini dengan "bisa jadi itu belum tentu benar bila ditafsirkan sebagai jawaban do'aku yang lalu itu" tapi aku hingga kini tidak punya tafsiran lain yang bisa memalingkan tafsirku yang sekarang itu. Hingga kini aku tidak bisa mengambil kesimpulan bahwa itu adalah bukan jawaban atas do'aku. Maka aku, meski berat juga untuk mengawali dan menjalaninya, pada akhirnya membulatkan tekat dan keberanian untuk mewujudkan niatku mengkhitbahmu, sesuai janjiku kepada_Nya yang terucap dalam doa lalu itu.

            Jika kau selama ini merasa heran denganku yang secara tiba-tiba menyodorkan tekatku mengkhitbahmu, maka alasan utama selain karena adanya rasa cinta aku kepadamu, alasan lain yang menguatkannya adalah adanya ikatan janji aku pada Tuhanku.

Engkau bagiku adalah jawaban dari do'a-do'aku, dan maafkan aku jika pada akhirnya do'a-do'aku itu sudah terasa berat untuk kau terima...!

2 komentar:

  1. ini semua belum usai kawan, semoga allah selalu mengusap dada kita dan senantiasa menguatkan atas usaha-usaha yang sedang kita jalani, amin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Alloh...
      Aaamieen ya rabbal 'aaalamieen...!

      Syukran atas tawash-shau bish-shbrinya...
      Semoga Allah senantiasa memasukkan dan mengumpulkan aku dalam barisan orang-orang yang shabar... amien
      Innallaaha ma'ash-shaabirien

      Hapus